Piring Blek vs Tradisi Lama
Pembaharuan dan usulan supaya ganti wadah makan dari buah labu yang dibelah dua (kula) dengan piring belek atau wadah makan minum yg lebih baik.
Biasanya waktu makan keluarga atau makan besar bersama entah di kampung atau waktu kerja gotong royong di sawah atau ladang, kami menggunakan kula (labu tua yg dibelah dan diproses menjadi piring/wadah makan).
Waktu kami panen padi di sawahnya Bp Wilem (Faus), Bapa Stef usulkan supaya diganti dgn piring belek karena lebih higienis dan tahan lama. Bisanya waktu panen padi gotong royong anak anak waktu liburan sekolah dilibatkan utk bantu bantu. Ternyata ada saja yg komplain bilang mulai lupa tradisi kula.Ada saja komen negatip ttg ide dari bapak Stef.
Tapi ada yg menerima masukan ini dan mulai membeli piring makan belek.Ternyata lama lama disukai banyak orang dan keluarga. Kemudian secara perlahan masyarakat di apung mulai terbiasa dan mengakui terobosan bapak Stef sebagai hal yang baik. Sampai sekarang sudah pakai piring beling dan plastik.
Saya mengalami sendiri kisah ini..dan betul juga perubahan butuhkan pengorbanan dan komentar miring krn mentang mentang hidup diluar kampung.Tapi mereka terima dan akui juga hal hal baik masukan dari bapak Stef.
Ini secuil pengalaman di kampung waktu ikutan nimbrung kalau Bapak Matheus ajak saya ikut bertemu bapak Stef waktu pulang kampung.Radio pasti selalu dibawa.

Komentar
Posting Komentar