... ANAK-E PAK NGGOWA...
INMEMORIAM -141125
Oleh: Om Mell
Duluuu ...,
Aku selalu menikmati keindahan alam saat angon wedus bersama seekor emak kambing dan dua cempe..
Itulah lukisan alam yang indah di sebelah barat. Rentetan bukit di pegunungan Menoreh dari Sokogelap, Gunung Prau, Gunung Kombang, Kahyangan hingga tebing Samigaluh menjadi hiburanku saat aku terperangkap dalam kalutnya kesendirian ....
Aku menikmati layer gunung berlapis-lapis dengan gradasi warna Dari hijau tua hingga biru pudar menyatu dengan langit .... , lalu ...
"Weeeh, koyo anake pak Nggowa kii", sapa seorang lelaki dewasa yg bergegas mengarah ke gunung ....
Ia tersenyum ramah dan melanjutkan perjalanan pulang .... Katanya ke kampung Pelem Dukuh. Di mataku, gundukan kecil biru pudar paling atas itulah orang ini menuju. Jauuuh, ... berjalan kaki ...
----- zzzzz ------
40 Tahun lebih kemudian, aku berjumpa dengan lelaki yang menyapaku saat menggembala kambing ..... Ia terlihat tua dan sedikit bongkok ... Ia sedang membersihkan Gua Maria LawangSih ..
Aku tidak ragu menyapa beliau :
"Kulo anake pak Nggowa....", sapaku sambil mengulurkan tangan.
Ia menyambutku dengan senyum tulus dan sumringah. Seperti ada sesuatu yg ingin dikatakan tentang pak Nggowa itu.
Kami mengambil tempat teduh di bawah pohon cemara untuk mendengarkan ceritanya.
Ia mengisahkan tentang malang melintang hidupnya, di Jakarta, Cilacap, Palembang Dan terakhir pensiun dari pabrik Charun Phokpan Cikande Banten...
"Ehmm maaf, kenapa bapak ingat dengan pak Nggowa?", tanyaku.
Bapak ini sangat berterima kasih pada pak Nggowa (Opa STEFANUS Goa Wona), karena Opa Stef yang selalu memberi semangat dengan pujian saat pergi atau pulang sekolah.
Baginya sapaan Opa Stef seperti oase saat ia harus pergi pulang berjalan kaki berkilo-kilo meter kesekolah. Ia hanya ingin menyampaikan rasa terimakasih pada Opa Steff .... Duuuh π₯π₯
....... _____ *** ____ .....
Hari ini kita mengenang 13 tahun wafat Opa Stef.
Semoga Opa senantiasa bahagia menyemangati kita yg Masih berkutat dalam peziarahan pengharapan.....
Misa pagi ini kudedikasikan untuk Opa Stef. Salah satu pemandangan yg indah saat kubayangkan seorang lelaki asing dalam kesederhanaannya menyapa tulus Dan menyemangati anak sekolah bergegas menuntut ilmu dengan susah payah ...

Komentar
Posting Komentar