Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 1, 2023

Piring Blek vs Tradisi Lama

Gambar
  ---- Kenangan : om Yoakim Lawa .---- Pembaharuan dan usulan supaya ganti wadah makan dari buah labu yang dibelah dua (kula) dengan piring belek atau wadah makan minum  yg lebih baik. Biasanya waktu makan keluarga atau makan besar bersama entah di kampung atau waktu kerja gotong royong di sawah atau ladang, kami menggunakan kula (labu tua yg dibelah dan diproses menjadi piring/wadah makan). Waktu kami panen padi di sawahnya Bp Wilem (Faus), Bapa Stef usulkan supaya diganti dgn piring belek karena lebih higienis dan tahan lama. Bisanya waktu panen padi gotong royong anak anak waktu liburan sekolah dilibatkan utk bantu bantu. Ternyata ada saja yg komplain bilang mulai lupa tradisi kula.Ada saja komen negatip ttg ide dari bapak Stef. Tapi ada yg menerima masukan ini dan mulai membeli piring makan belek.Ternyata lama lama disukai banyak orang dan keluarga. Kemudian secara perlahan masyarakat di apung mulai terbiasa dan mengakui terobosan bapak Stef sebagai hal yang baik. Sampai s...

Kunci Inggris pembuka baut bajak, Milik Bersama

Gambar
  ----Kenangan: Om Yoakim Lawa ---- Tahun 80 an bapak Stef memperkenalkan jenis kunci Inggris terbaru yg dihargai 20.000 waktu  itu.Tidak bayar cash memang. Bapak saya mendapatkan satu biji.. Ternyata memang sangat berguna bagi orang di kampung waktu musim bajak lahan basah dan kering. Kalau alat bajak bermasalah atau mau ganti pisau luku atau sayap luku harus gunakan kunci Inggris. Kunci Inggris yg diberi bapak Stef berputar dari sawah ke sawah karena dipinjam..lama lama hilang jejak sampai sekarang. Tapi yg pasti kunci Inggris ini sangat berguna utk banyak petani dan dipinjamin bergilir..sampai sampai tidak tahu lagi siapa pemiliknya.  Bapak Stef selalu beri solusi di tengah kelangkaan kunci di antara petani masa itu. Red: Hehehe... Jadi Kunci Inggris Milik Bersama!

Ikan Bakar dan Kakosolo

Gambar
  ----Kenangan:  Om Hillon ----   Waktu itu , seingatku aku kelas 1 SD Don Bosco Ruteng II, kami tinggal di kota super dingin Ruteng. Ya memang super dingin… karena terletak di atas pegunungan ….Disini terkadang turun hujan es..( sayang kita gak punya sirup waktu itu).... Kita dibuat menggigil sehingga sering berebutan merapat ke tungku untuk berdiang.. Buktinya ada tuh Om Romen yang mukanya tersiram air mendidih karena kalah tenaga desakan dengan kedua kakaknya. Mukanya weleh...jadi bopeng mengerikan waktu masih kecil. Waktu itu Om Mell belum lahir…Nanti ada cerita sendiri untuk ini… ( Pak de Pur tentu lebih ingat kejadiannya ). Ok, kembali ke laptop…. Suatu saat aku dikirim sama mama (Oma SThere) ke Borong karena Opa Stef sedang bertugas di Borong, ini kota kecil di pesisir selatan pulau Flores, menghadap ke laut Sawu. Seingatku mama menitipkan aku kepada om-om polisi muda yang dikirim bertugas ke Borong, naik truk polisi. Wow keren bener!!. Asal tahu ...